THE BASIC PRINCIPLES OF PAJAKBOLA

The Basic Principles Of pajakbola

The Basic Principles Of pajakbola

Blog Article

Artikel ini akan membahas dasar hukum perpajakan bagi atlet, jenis-jenis penghasilan yang dikenai pajak, dan contoh cara menghitung pajak bagi atlet.

Bengan aturan tersebut, dapat dikatakan bahwa penghargaan yang diterima oleh seorang atlet dapat digolongkan ke dalam penghasilan, atau penerimaan dalam bentuk natura atau kenikmatan.

Seorang olahragawan atau atlet biasanya ikut serta dalam suatu perlombaan atau pertandingan, yang mewakili suatu klub, daerah atau negaranya.

Usulan tersebut yakni penetapan pajak a hundred% untuk setiap pembelian pemain asing pada bursa transfer musim ini.

Yang menarik adalah pada saat klub melakukan pembelian pemain. Apakah atas pembelian tersebut klub akan membiayakan, atau mencatatnya sebagai aset.

Bertujuan untuk menghindari para pemain sepak bola dari kasus penggelapan pajak, sehingga pemotongan harus dilakukan dengan benar dan cermat.

Objek PPN dapat diartikan sebagai barang dan jasa kena pajak yang terkena pungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Meskipun pada dasarnya semua barang dan jasa merupakan objek PPN, namun karena adanya pertimbangan lain, maka ada beberapa barang dan jasa yang tidak termasuk objek PPN.

detikNews detikEdukasi detikFinance detikInet detikHot detikSport Sepakbola detikOto detikProperti detikTravel detikFood detikHealth Wolipop detikX 20Detik detikFoto detikHikmah detikPop Layanan

Rani membeli tiket bisokop pajakbola di Bantul melalui pemesanan on-line dan mendapat diskon sebesar thirty%. Rani menonton di hari Minggu sehingga harga tiket bioskopnya sebesar Rp50.000, maka penghitungan pajak hiburan yang dipungut dari Rani adalah:

Atlet dapat mempertimbangkan untuk menggunakan jasa konsultan pajak untuk membantu menghitung dan melaporkan pajak.

Penghasilan yang diterima seseorang atas keikutsertaannya pajakbola dalam suatu kegiatan adalah salah satu jenis penghasilan lain yang merupakan penghasilan yang dipotong pajak penghasilan (PPh 21).

Namun, walaupun dicatat sebagai aset, atas pembelian pemain tersebut tidak dapat "disusutkan," karena ada kemungkinan nilai jual pemain tersebut di tahun berikutnya akan mengalami peningkatan.

Artinya, atlet yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan keikutsertaannya dalam suatu kejuaraan, maka atlet tersebut wajib melaksanakan kewajiban perpajakan, yakni membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Agar para pemain sepak bola tersebut tidak tersandung kasus penggelapan pajak, maka klub di mana pemain tersebut bernaung harus melakukan pemotongan pajak dengan benar.

Report this page